Suku jawa adalah suku terbesar diIndonesia, bahkan selain di Indonesia, suku jawa telah tersebar keseluruh pelosok dunia dan menjadikan suku jawa salah satu suku terbesar yang ada di dunia.

Ada hal unik yang perlu kalian tahu tentang penyebutan angka dan bilangan dalam bahasa jawa, walaupun ini sangat jarang diketahui oleh orang indonesia pada umumnya, bahkan orang jawa pun hanya sebagian saja yang mengetahui mengenai makna yang tersirat dalam penyebutan angka dalam bahasa jawa, Bagimana dengan kalian?

Penyebutan angka dalam bahasa jawa ( halus) dapat dikategorikan unik, mengapa? karena ada beberapa misteri dari arti setiap penybutan angka dimana dalam penyebutaannya berkaitan dengan umur seseorang atau lebih dikenal sebagai roda kehidupan manusia sehingga setelah kalian mengetahuinya betapa menakjubkan filosofi suku jawa ini, penasaran?

#1. Angka 11 – 19

Penyebutan angka 11 tidak disebut sepuluh siji ( 10 = sepuluh, 1 = siji) melainkan sewelas sedangkan 12 akan disebut = rolas dan seterusnya hingga 19 dengan penambahan “Las” di akhirnya. Apa makna dari penyebutan ini, mengapa sepuluhan harus diganti dengan welasan?

Filosofinya :

Untuk anak-anak yang berumur 11-19, sangat erat kaitannya dengan rasa belas kasih ( Welas Asih) dimana pada masa itu , kita akan mengenal rasa cinta dan kasih terhadap seseorang lawan jenis atau dikenal dengan masa remaja. Oleh sebab itu penyebutan angka 11-19 disebut welas.

#2. Angka 21 -29

Penyebutan angka 20 dalam bahasa jawa adalah “rongpuluh“, maka secara logika penyebutan selanjutnya adalah 21 merupakan rongpuluh siji, tapi tidak demikian. Penyebutan angka 21 adalah selikur, 22 adalah ronglikur dan seterusnya hingga angka 29 namun ada yang berbeda penyebutan angka 25 yaitu selawe, mengapa demikian?

Filosofinya :

Kata Likur dalam penyebutan angka tersebut adalah kependekan dari kata Lingguh Kursi atau duduk dikursi dimana hal itu mengartikan kita sebagai manusia mendapatkan tempat duduk yaitu berupa pekerjaan sedangkan pada angka 25 disebut selawe yaitu kependekan dari Seneng-senenge Lanang lan Wedok ( senang-senangnya laki-laki dan perempuan) yang berarti puncak asmara pria dan wanita yang ditandai dengan pernikahan, karena memang usia 25 adalah usia yang umum untuk laki-laki berumah tangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here